Beranda > INFO PENTING > Kemdiknas Rintis Program Aksara Kewirausahaan

Kemdiknas Rintis Program Aksara Kewirausahaan


“Fokus pendidikan keaksaraan ke depan tidak hanya keaksaraan dasar, tetapi memberdayakan secara ekonomi, sosial, dan budaya. Diharapkan, pendidikan keaksaraan dapat bermakna bagi masyarakat dan mampu menjawab tantangan saat ini”

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan mengevaluasi menyeluruh terhadap program pendidikan keaksaraan. Fokus pendidikan keaksaraan ke depan tidak hanya keaksaraan dasar, tetapi memberdayakan secara ekonomi, sosial, dan budaya. Diharapkan, pendidikan keaksaraan dapat bermakna bagi masyarakat dan mampu menjawab tantangan saat ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Hamid Muhammad saat memberikan keterangan pers terkait peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-45 2010 di Gerai Informasi dan Media Kemdiknas, Jakarta, Senin (6/9).

Peringatan HAI tahun ini akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2010 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Tema peringatan adalah Aksara Membangun Keadaban dan Karakter Bangsa. Adapun subtema untuk di daerah adalah “Tingkatkan Keberaksaraan Masyarakat untuk Membangun Keadaban dan Karakter Bangsa.

Hamid menyampaikan, sejak 2008 Indonesia bergabung dengan program LIFE (Literacy Initiative for Empowerement). Program yang digulirkan oleh UNESCO ini ditujukan bagi sembilan negara yang berpenduduk terbesar di dunia penyandang buta aksara. Negara-negara itu adalah India, Pakistan, China, Meksiko, Bangladesh, Mesir, Brasil, Indonesia, dan Nigeria.

Hamid Muhammad menjelaskan, sejalan dengan kerangka LIFE, penyelenggaraan program penuntasan buta aksara sejak 2009 dibangun dalam kerangka kerja AKRAB (Aksara agar Berdaya). “Upaya penuntasan buta aksara melalui pendidikan keaksaraan terintegrasi dengan kecakapan hidup dan program pengentasan kemiskinan secara umum,” ujarnya.

Pada 1965 UNESCO menetapkan tanggal 8 September sebagai HAI. Sejak saat itu pula Indonesia secara aktif memperingati HAI dengan tujuan utama untuk memotivasi dan membangkitkan semangat belajar masyarakat, khususnya penduduk usia 15 tahun ke atas yang masih buta aksara. Hal ini sekaligus untuk memacu percepatan pemberantasan buta aksara.

Hamid Muhammad menyebutkan, pada akhir 2010 angka buta aksara diproyeksikan berkurang menjadi 4,79 persen atau 8,3 juta orang. Pada akhir 2009, penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas tersisa 5,3 persen atau 8,7 juta orang. Dia menyebutkan, fokus penuntasan buta aksara adalah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

“Ada 142 kabupaten yang nanti akan menjadi fokus program kita ke depan. Jumlah absolutnya dari yang paling tinggi 232.000 orang di Kabupaten Jember sampai yang terkecil Kabupaten Bengkulu Utara masih tersisa 16.402 orang,” katanya.

Direktur Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Ella Yulaelawati menyampaikan, pendidikan keaksaraan diintegrasikan dengan program kecakapan hidup. Di samping keaksaraan dasar, kata dia, ada program keaksaraan usaha mandiri (KUM). “Program ini terutama diberikan bagi kabupaten yang mencapai tingkat keaksaraan lebih baik dari kabupaten lainnya,” ujarnya.

Ella mengatakan, Kemdiknas telah menunjuk 100 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk melaksanakan program keaksaraan melalui kewirausahaan atau aksara kewirausahaan. Program rintisan ini memberikan bantuan sebanyak Rp70 juta per lembaga. “Tidak hanya keterampilan semata, tetapi dibelajarkan dengan diberi modal dasar. Modalnya dari bantuan itu,” ujarnya.

Program keaksaraan diintegrasikan dengan pemberdayaan dan keaksaraan media melalui seni budaya lokal dan cerita rakyat. Selain itu, pemberdayaan dilakukan dengan memperluas akses taman bacaan masyarakat (TBM) di ruang publik. “Khusus bagi ibu-ibu digerakkan aksi menulis melalui Koran Ibu. Semacam jurnalisme desa, tetapi khusus untuk perempuan. Mereka dilatih untuk membuat korannya sendiri,” katanya.

Sumber: www.kemdiknas.go.id

Kategori:INFO PENTING
  1. Juli 31, 2013 pukul 3:28 pm

    Hi there, yup this piece of writing is genuinely pleasant and I have learned
    lot of things from it concerning blogging. thanks.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: