Beranda > Refleksi > Berpijarlah Anakku!

Berpijarlah Anakku!

Berpijarlah Anakku!

Refleksi oleh: Muhammad Taufiq*)

 

Kini tibalah kita di penghujung tahun pelajaran. Saat yang paling ditunggu-tunggu sekaligus mendebarkan, tak hanya bagi siswa, tapi juga bagi orang tua siswa itu sendiri. Apakah anak saya lulus? Apakah anak saya naik kelas? Alhamdulillah, siswa-siswi kelas 6 sekolah dasar kami 100% lulus dalam UASBN mereka. Selamat!

Tapi bagaimana dengan siswa kelas 1 sampai 5? Apakah mereka naik kelas semua? Ah, sayangnya tidak. Ternyata ada beberapa siswa yang terpaksa bertahan, alias tidak naik kelas, bahkan ada juga yang terpaksa diminta untuk mencari sekolah lain. Tentunya dewan guru di sekolah kami tidak begitu saja memutuskan seorang siswa untuk tidak naik atau pindah sekolah. Dewan guru telah mempertimbangkan dengan seksama dan begitu bijak, dengan ditunjang serangkaian data nilai hasil pembelajaran selama setahun kemarin, sebelum membuat keputusan tersebut.

Di antara siswa yang terpaksa diminta pindah sekolah tersebut adalah seorang siswi yang ternyata memiliki kekurangan dalam hal pendengaran, dan ada juga seorang siswa yang cenderung autis. Sehingga, dewan guru sepakat untuk menyarankan orang tua mereka untuk memindahkan putra-putri mereka ke SDLB. Sungguh, kami tak melihat adanya perasaan merendahkan, atau bahkan menghina atas ke-spesial-an yang mereka miliki. Tapi Kami melihat, SDLB lah ekosistem yang terbaik untuk tumbuh kembang segala potensi mereka. Dan jika mereka dipaksa terus berada di sekolah ini (SDN Tugukepatihan 1), kami yakin hal itu akan berdampak buruk bagi mereka, mulai perasaan minder, kurang percaya diri, hingga dianggap aneh akan terus membayangi mereka.

Tentunya Anda telah mengenal Anda Thomas Alva Edison, ilmuwan terkenal penemu bola pijar dan ribuan penemuan lainnya. Tapi tahukah Anda tentang masa kecilnya? Thomas sempat diminta pindah dari sekolah karena ia dianggap sangat bodoh dan sedikit tuli. Tapi Nancy (Ibu Thomas) tidak putus asa terhadap kekurangan anaknya ia memiliki harapan kelak anaknya dapat berhasil dan sukses seperti orang normal lainnya. Harapan ibunya yang membuncah tersebut mampu diwujudkan dengan tekad yang kuat. thomas-alva-edison1

“Thomas Alva Edison” gambar diambil dari: http://ryanotoukiawa.files.wordpress.com/

Lalu, siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.

albert-einstein“Albert Einstein” gambar diambil dari: http://boringrise.files.wordpress.com/

Juga tentang Tetsuko Kuronayagi, seorang aktris sekaligus duta besar PBB untuk kemanusiaan. Saat masa kecilnya ia pernah diminta mencari sekolah lain karena dianggap bertingkah aneh dan tak wajar. Akhirnya, sang ibu memilihkan sekolah lain untuk Tetsuko. Sebuah sekolah yang kelasnya terbangun dari bekas gerbong kereta api. Tetsuko pun menemukan kebahagiaannya, ia dapat menyalurkan semua hobi dan potensi yang dimiliki, yang kemudian ia ceritakan dalam sebuah buku yang menjadi salah satu buku terlaris sepanjang masa, “Totto Chan: Gadis Cilik di Jendela”.

emergencies_aceh_tetsuko1“Tetsuko Kuroyanagi dalam Kunjungan Kemanusiaan pasca Tsunami Aceh” gambar diambil dari: http://www.unicef.org/ 

Nah! Masihkah Anda berkecil hati jika putra -putri Anda tidak naik atau diminta pindah sekolah? Percayalah, jika hal tersebut adalah pilihan terbaik untuk anak-anak kita, mengapa kita tidak lakukan? Yang kita harus lakukan adalah tetap memancarkan energi positif dan semangat kepada anak-anak kita, agar ia tetap terjaga dan fokus dalam meraih masa depan terbaik mereka. Sungguh, keinginan kami (dewan guru) sama dengan harapan Anda. Kami menginginkan anak-anak kita dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat, cerdas, sekaligus terbungkus oleh akhlak yang mulia, hingga nantinya dapat menjadi “lampu pijar” yang menerangi langkah bangsa ini …

Berpijarlah Anakku!

Jombang, 21 Juni 2010

*) Penulis adalah penjaga kantin sekolah.

Kategori:Refleksi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: