Beranda > Visit Indonesia 2010 > Pelayaran Laksamana Cheng Ho

Pelayaran Laksamana Cheng Ho

Pelayaran Laksamana Cheng Ho

 

Pelayaran Laksamana Cheng Ho berekspedisi ke berbagai daerah di Asia dan Afrika, di antaranyaIndonesia dilewati pada Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Pelayaran  Laksamana Cheng Ho yang melewati Pulau Sumatera dan Jawa dilakukan pada pelayarannya yang pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima dan ketujuh. Pada setiap pelayarannya Laksamana Cheng Ho melewati pulau-pulau ini dimulai pada daerah Champa menuju ke beberapa daerah diluar Indonesia, seperti Calicut, Ceylon, Puttanpur, Dhufarr dan Aden. Selama perjalanan melewati pulau-pulau tersebut Laksaman Cheng Ho singgah dibeberapa kota. Kota-kota yang menjadi tempat persinggahan Cheng Ho di Indonesia.

Peta Jalur Pelayaran Cheng Hoo

(sumber: "When China Ruled the Seas" by Louise Levathes)

Aceh

Pelayaran Laksamana Cheng Ho di Indonesia dimulai dari Aceh. Di Aceh, Cheng Hoo singgah di sebuah kerajaan bernama Samudera Pasai. Kerajaan ini merupakan kerajaan aerah yang telah memiliki kebudayaan Islam. Di wilayah inilah kemudian Cheng Hoo menyiarkan pemahamannya tentang islam kepada masyarakat Pasai.

Palembang

Masjid Cheng Hoo, Palembang

Tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho selama melakukan pelayaran ke Indonesia, selalu singgah di Kota Palembang, yang masih dikenal sebagai Sriwijaya. Oleh karena itu, dalam menghargai Laksamana Cheng Ho tersebut dibangun Masjid Cheng Hoo, yang terletak di Jakabaring, Palembang. Mesjid tersebut memiliki perpaduan arsitektur antara kebudayaan China,Palembang, Islam, and Timur Tengah. Arsitektur mesjid tersebut menggambarkan kesatuan dan keharmonisan dari komunitas Islam.

Jakarta

Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta

Di Jakarta, yang menjadi ibukota negara Indonesia ini, pernah menjadi tempat persinggahan Cheng Ho. Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan yang menjadi persinggahan Armada Cheng Ho yang mana menjadi pelabuhan terbesar pada masa itu. Untuk mengenang Laksamana Cheng Ho, dibangun Sam Po (lebih dikenal sebagai klenteng), yang terletak di area sekitar Tanjung Priok, Ancol. Selain itu, terdapat pemakaman muslim yang ditujukan bagi awak kapal Cheng Ho. Klenteng tersebut merupakan perpaduan antara Kebudayaan Daoist-Buddhist dengan Islam.

Cirebon

Miniatur Kapal Cheng Hoo

Di kota ini terdapat cerita mengenai Cheng Ho, yang menurut masyarakat setempat, Cheng Ho pernah bertarung dan membunuh seekor ular di pantai Cirebon. Ia membunuhnya untuk mengambil mutiara dan muncul pulau batu di laut. Thiaw Kak Sie, seorang penduduk Cirebon mengatakan bahwa terdapat jangkar yang dipercayai bahwa berasal dari kapal Cheng Ho. Pada abad ke-17 terdapat klenteng yang atapnya dihiasi dengan ornament bingkai naga dan tokoh binatang lainnya.

Semarang

Kuil Sam Po Kong, Semarang

Salah satu kebanggaan di Semarang yaitu klenteng Tay Kak Sie, yang merupakan klenteng yang selesai dibangun pada akhir abad ke-18. Di kawasan Chinatown di pusat kota Semarang, terdapat Gedung Batu, dimana menurut masyarakat setempat merupakan bangunan yang dibangun oleh Nahkoda Laksamana Cheng Ho. Terdapat makam muslim di dalam gua untuk tempat peristirahatannya. Masyarakat sekitar juga mempercayai bahwa Cheng Ho juga ikut dalam menyebarkan agama Islam di Jawa.

Surabaya

Masjid Cheng Hoo, Surabaya

Cheng Ho datang ke Surabaya pada abad ke-15, dikarenakan pada masa itu Surabaya merupakan pelabuhan terpenting. Di Surabaya terdapat perkempungan yang dihuni oleh etnis arab, dan tidak jauh dari perkampungan tersebut terdapat klenteng. Selain itu terdapat patung dan gambar tempat kelahiran Cheng Ho dan bangunan. Walaupun dibangun dengan arsitekur china namun bangunan tersebut berfungsi sebagai mesjid.

Tuban

Tuban, yang terletak di barat Surabaya dibangun pada abad ke-12 dan menjadi pelabuhan penting pada abad ke-16 dengan terdapat komunitas pedagang etnis cina terbesar. Dan salah satu klenteng terbesar terdapat di Tuban yaitu Kwan Sing Bo yang dihiasi dengan ukiran naga.

Sumber : Zheng He: and the treasure Fleet 1405-1433, Paul R / http://www.indonesia.travel/

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: